Beberapa minggu yang lalu band asal Bandung yang bernama Sarasvati tampil diacara Balai Kota Festival 2012. Acara ini diadakan dalam rangka perayaan ulang tahun kota Bandung. Acara ini digelar selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 15, 16 dan 17 November 2012. Pada hari pertama digelarnya acara ini penulis sempat melakukan wawancara pada salah satu anggota band Sarasvati yang bernama Risa Saraswati sebagai penulis novel.
Setelah Saraswati selesai tampil penulis dan rekannya yang bernama Abiandi langsung ke belakang panggung untuk mewawancarai Risa. Risa adalah penyanyi dan penulis berkebangsaan Indonesia. Risa terkenal dengan kemampuan supranaturalnya yang dapat berkomunikasi dengan makhluk gaib. Selain menjadi penyanyi dan penulis, dia juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Karawang Departemen Bina Marga dan Pengairan.
Novel yang berjudul “DANUR” dan “Maddah” adalah karya pertama dan kedua Risa. Mengingat ia memiliki kemampuan supranatural yang dapat berkomunikasi dengan makluk gaib, kedua novel yang ditulisnya menceritakan perjalanan hidupnya yang selalu berkomunikasi dengan makluk gaib dalam situasi yang berbeda-beda. Ketika ditanya keinginan yang disampaikan Risa menulis novel tersebut ia menjawab “Saya ingin menceritakan sebuah kisah persahabatan antara manusia dengan hantu”. Bukan hanya melalui novel saja Risa menceritakan tentang makluk gaib, ia juga aktif menulis di blog pribadinya. Penulis mewawancarai Risa di ruang tunggu artis yang terletak di belakang panggung, Kamis (17/11) pada pukul 23.00 WIB
Sejak kapan Anda mulai menulis novel?
Tahun 2011 akhir
Apa yang membuat Anda ingin menulis novel?
Sebenarnya saya hobi menulis sejak kecil, menceritakan kegiatan yang saya alami dalam sebuah diary. Setelah bertemu blog kemudian beralih menulis diary pada sebuah blog. Sebuah penerbit membaca blog saya dan menawari saya membuat novel, dan saya tertarik.
Kira-kira berapa jumlah lirik lagu yang sudah Anda tulis?
Kurang lebih 13 lagu.
Lebih mudah yang mana antara menulis novel dan menulis lirik lagu?
Selama dua-duanya masih merupakan hobi dan kesukaan saya, tak ada kesulitan untuk melakukan keduanya. Dan keduanya sama-sama merupakan hobi saya, sama-sama menyenangkan, tak terasa sulit.
Sebenarnya, apakah arti dari “DANUR”?
Air yang keluar dari mayat yang sudah membusuk.
Apa yang ingin Anda sampaikan melalui “DANUR”?
Sebuah kisah persahabatan antara manusia dengan hantu.
Mengapa Anda ingin menyampaikan hal tersebut?
Mencoba menceritakan “mereka” dari sisi lain, lebih memanusiakan mereka dengan melihat sisi hidup yg pernah mereka jalani.
Apa yang Anda rasakan ketika “DANUR” sudah terbit dan dibaca oleh banyak orang?
Awalnya merasa “ditelanjangi”, tapi itu konsekuensi yang harus saya jalani. Mendengar respon positif dan perasaan pembaca termotivasi karena “Danur”, barulah saya merasa tenang.
Apakah selama ini ada orang yang mengkritik “DANUR” karena beberapa cerita yang cukup seram?
Mungkin ada kritikan, tapi itu hak pembaca dan saya menghargai itu. Sejauh ini saya tidak mendapat banyak kritikan mengenai isi tulisannya. Seandainya ada pun akan saya terima dengan sangat baik.
Apakah “teman-teman” (Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen) Anda tahu kalau Anda membuat “DANUR”?
Tentu saja, saya selalu meminta persetujuan mereka untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan mereka.
Bagaimana reaksi “teman-teman” Anda ketika mengetahuinya?
Mereka bilang, “kami tak akan ikut membacanya, malas. Asal kau tuliskan hal-hal baik tentang kami, tak masalah Risa! Menulislah”
Sebelum “DANUR” Anda membuat album lagu “Story Of Peter”, apakah “DANUR” cara Anda untuk memperkenalkan Peter dan “teman” yang lainnya secara detail?
Bisa dibilang begitu.
Dalam “DANUR” ada beberapa part dimana “teman-teman” Anda bercerita dan terlihat seperti “teman” Anda yang menulis ceritanya sendiri. Bagaimana caranya Anda menuliskan kisah “mereka” sehingga terlihat “mereka” sendiri yang menulis ceritanya?
Saya lebih suka menceritakan kembali apa yang saya alami, apa yang saya dengar sehingga orang bisa ikut merasa bahwa mereka sedang mendengarkan teman teman saya sedang bercerita.
Adakah kesulitan ketika harus berperan jadi beberapa “teman” Anda ketika menulis?
Saya punya cara khusus yang tak bisa saya ceritakan pada semua orang.
Setalah “DANUR” Anda menulis “Maddah”, mengapa Anda Menulis “Maddah”? Apakah Anda ketagihan menulis sehingga menulis “Maddah”?
Kalau ini karena banyaknya permintaan dari dua pihak. Satu pihak pembaca dan dua pihak “mereka” yang meminta diceritakan kisah hidupnya.
Sebenarnya, apa arti “Maddah”?
Saduran bahasa Arab ke bahasa Indonesia yg artinya “dibaca panjang”. Saya mengartikannya disini merupakan perpanjangan dari “Danur”.
Apakah tujuan Anda menulis “DANUR” dan “Maddah” ?
Menjawab semua rasa penasaran kalian tentang sahabat saya.
Apa perbedaan atau persamaan antara “DANUR” dan “Maddah”?
Hanya orang yang membaca kedua buku itu yang dapat menegtahuinya. Silahkan baca sendiri dan temukan perbedaannya.
Lebih sulit menulis “DANUR” atau “Maddah”?
Tidak ada kesulitan.
Apakah cerita dalam “Maddah” berhubungan dengan lagu di album baru Sarasvati yaitu “Mirror”?
Ada beberapa bab yang saya buatkan lagu di sarasvati, tetapi tidak semua lagu.
Adakah rencana Anda untuk menulis buku lagi?
Kita lihat saja nanti.
Apa yang membuat Anda rajin menulis di blog pribadi?
Saya suka menulis, bila ada waktu luang saya akan langsung menulis di blog pribadi saya.
Melihat dari aktifnya Anda menulis, kira-kira sampai kapan Anda akan menulis? apakah selamanya?
Menulis sudah seperti makan dan minum bagi saya, selama tangan dan mood masih bisa dipakai untuk menulis, akan terus saya lakukan.
Bagaimana proses kreatif Anda dalam menulis?
Tidak memikirkan pendapat orang lain, menulis apa yang saya mau, mengumpulkan mood dan berkutat didepan komputer.
Apakah menulis merupakan pekerjaan utama Anda?
Bukan.
Bagaimana suka duka Anda ketika menjadi penulis?
Ketika melakukan sesuatu hal yang menyenangkan, sepertinya selalu suka tak pernah ada duka, selama menuliskan hal-hal yang memang ingin saya tulis. Sejauh ini tak pernah berduka karena saya memang menuliskan yang saya mau tanpa memikirkan pendapat orang lain.
Bagaimana penghargaan penerbit terhadap karya-karya Anda?
Saya baru berurusan dengan satu penerbit untuk Danur, hubungan kerjasama kami baik dan saling menguntungkan.
Mengenai penulis-penulis muda di Indonesia yang semakin hari semakin bermunculan, apa pendapat Anda akan hal ini?
Menurut saya ini sangat baik, berarti semakin banyak orang yang ekspresif di Indonesia.
Perkembangan teknologi bisa dibilang memudahkan para penulis mempromosikan karya-karya mereka, seperti blog. Menurut Anda, seberapa besar peran media sosial dalam hal tersebut?
Besar sekali, lewat blog maka kita bisa membiarkan orang lain masuk ke dalam dunia kita tanpa harus bersusah mengeluarkan banyak materi untuk menyebarluaskan isi kepala kita.
Bagaimana menurut Anda tentang budaya menulis dan membaca di Indonesia?
Saya sudah banyak melihat anak anak muda jaman sekarang rajin menuliskan isi kepala mereka pada media media yang mampu menampungnya, menurut saya itu merupakan sebuah proses kelanjutan dari kebiasaan membaca yang berkembang menjadi menuliskan seperi apa yang telah dibacanya. Saya bukan penulis “betulan”, sehingga saya mengerti benar bagaimana kesenangan menulis tanpa berharap apa-apa dari apa yang saya tulis. Saya adalah salah satu cerminan masyarakat Indonesia pada umumnya, jika saya saja bisa menuliskan tulisan saya pada sebuah buku, Saya yakin semua orang Indonesia pun bisa melakukannya.
Apakah menurut Anda di Indonesia orang bisa hidup kaya raya dari hasil menulis?
Tentu saja bisa, tergantug tujuan dan mindset orang itu dalam berkarya. Melakukan hal apapun pasti bisa menghasilkan sesuatu kok.
Jika melihat dari perkembangan zaman, mengapa penulis zaman dulu berhenti berkarya, sedangkan ada juga beberapa penulis yang masih terus berkarya hingga akhit hidupnya seperti Pramoedya Ananta Toer?
Karena mereka seniman-seniman yang kompeten di bidang menulis, mereka melakukan hal yang mereka sukai. Dan ketika melakukan hal yang mereka suka ternyata menghasilkan seauatu yang bisa menunjang hidup mereka. Jadi kenapa harus menghentikan semua itu?
Apakah Anda mengetahui tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) perbukuan?
Tidak.
Bila Anda mengetahui RUU perbukuan, apa yang seharusnya diatur didalamnya, apakah hak penulis lebih ditingkatkan dan transparansi antara penerbit dengan penulis harus semakin jelas?
Entahlah, saya tidak begitu peduli akan hal ini, karena saya tidak mengetahui tentang RUU perbukuan.
Menurut Anda, bagaimana menguatkan posisi penulis agar sejajar dengan penerbit?
Bersikap kooperatif dan saling terbuka akan mempermudah segalanya, tidak memikirkan masalah materi sejak awal dan memberikan kepercayaan pada penerbit. Saya rasa tidak akan mempersulit langkah kita.
Apa pendapat Anda mengenai pendidikan bahasa Indonesia atau sastra di sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar?
Selama saya mengecap bangku sekolah, saya merasa pendidikan bahasa Indonesia adalah sebuah bidang yang cukup penting dan sekolah serta instansi yg bekerja dibidang pendidikan menyadari itu. Saya banyak mengerti hal-hal lain diluar bahasa Indonesia yang saya pelajari di rumah. Sistem dan materi pengajaran bahasa Indonesia di sekolah sangat baik kok.
Menurut Anda, mengapa sampai saat ini pelajar Indonesia selalu mendapat nilai yang rendah dalam mata pelajaran bahada Indonesia?
Apa betul begitu? Saya rasa tidak seperti itu. Itu semua tergantung pada siswanya saja.
Apa harapan Anda untuk dunia membaca dan menulis di Indonesia?
Lebih membudaya.
Data Diri Narasumber
Nama : Risa Saraswati
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 24 Februari 1985
Pekerjaan :
- PNS Kabupaten Karawang Departemen Bina Marga dan Pengairan
- Penulis Novel dan lagu
- Vokalis band Sarasvari
Email : Sarasvatirisa@gmail.com
Blog pribadi : http://www.risasaraswati.com
Akun media sosial : @risa_saraswati


Karya Andhika Putra “Ini Sawah, Bukan Tempat Sampah”
View from Wisma Sapphire, Jatinangor (7/11) 17:56
Beberapa minggu yang lalu pemenang Nobel tahun 2012 telah diumumkan. Penghargaan nobel tersebut terdiri dari enam kategori, yaitu fisika, kedokteran, kimia, sastra,ekonomi dan perdamaian. Dalam wawancara ini akan dibahas mengenai reseptor pasangan protein g yang ditemukan oleh Robert Lefkoeitz dan Brian Kobilkan sehinnga mereka meraih penghargaan Nobel kimia tahun 2012.
Reseptor pasangan protein g bekerja sebagai pintu masuk menuju sel, karena itu perannya sangat penting untuk mengatur hampir setiap proses fisiologis pada manusia. Sekitar setengah dari obat yang digunakan saat ini bekerja karena adanya reseptor ini, termasuk penghambat beta dan antihistamin. Tubuh manusia memiliki sekitar 1.000 jenis reseptor ini, yang membentuk permukaan sel. Keberadaanya memungkinkan tubuh merespons berbagai variasi kimiawi seperti adrenalin. Beberapa reseptor ada dalam panca indra, seperti hidung, lidah, mata dan mata sehingga kita dapat merasa, mencium bau, mencicipi makanan dan melihat. Oleh karena itu penemuan mereka membuat para ilmuwan lain mengembangkan obak lebih baik.
Terwawancara melakukan wawancara khusus dengan seorang doktor biokimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bernamaDr Zeily Nurachman, diruangannya yang terletak di gedungjurusanbiokimia,Jum’at (2/11)padapukul 13:45 WIB. Dalam wawancara khusus terwawancara bertanya beberapa hal mengenai peran dari reseptor g di Indonesia dan di dunia. Dosen yang berhasil mendapatkan gelar doktor di Tokyo Institute of Technology, Jepang pada tahun 2000 mengatakan “Ini menjadi informasi penting bagi pengembangan-pengembangan industri farmasi”.
Apakah sebelumnya Anda mengetahui siapa peraih Nobel kimia tahun 2012 ini?
Saya tidak tahu, karena belakangan ini saya tidak mengikuti penghargaan Nobel. Kalau dulu saya tahu.
Bagaimana pendapat anda tentang penelitian dari Robert Lefkowitz dan Brian Kobilka yang meraih penghargaan Nobel kimia 2012?
Kalau dilihat dari hasil risetnya bahwa ada informasi bagaimana informasi itu bisa diproses dan sebuah informasi kimia itu menjadi kuat. Kejadiannya di dalam sel, kemudian mereka bisa berhasil menemukan struktur molekul protein yang terkait dengan transduksi sinyal itu sebenarnya hal yang luar biasa.
Apakah Anda setuju dengan penghargaan Nobel tahun ini diberikan kepada Robert dan kobilka?
Jujur sebenarnya saya tidak bisa memberi penilaian, karena apa? Kita tidak bagaimana tahu prosesnya. Memang ada beberapa penghargaan nobel kimia yang di protes, tapi dalam penelitian kali ini saya tidak melihat ada masalah. Dari hasil risetnya dua orang peraih Nobel ini sudah diperhatikan oleh panitia dan keputusan panitia pemberi nobel tidak bisa diganggu gugat walaupun diprotes banyak orang. Tetapi ada beberapa pihak yang bisa merekomendasikan siapa yang akan meraih nobel, seperti science society dan peraih nobel tahun sebelumnya, karena adanya rekomendasi semakin kuat untuk membuat seseorangtersebut meraih Nobel.
Apakah rekomendasi dari beberapa pihak dapat menimbulkan kecurigaan bagi orang lain?
Kecurigaan memang selalu ada. Misalnya orang yang tidak diterima usulannya, mungkin dia akan memprotes. Sebenarnya kita lihat disini bahwa yang terpenting temuan hasil riset mereka memang dilakukan, direkognisi dan rekomendasi. Salah satu syarat pemenang, pada saat diumumkan yang bersangkutan harus masih hidup.
Beberapa media menjelaskan bahwa penemuan ini sangat berpengaruh bagi dunia, menurut Anda seberapa besar pengaruhnya di dunia ini?
Sebenarnya penemuan itu banyak, tidak hanya di Nobel. Yang membuka wawasan bukan hanya Nobel. Kalau untuk pengetahuan pengaruhnya cukup besar. Yang dulu kita tidak tahu detailnya sekrang kita tahu
Menurut Anda apakah reseptor g ini sudah dapat dipahami oleh orang-orang di Indonesia?
Seseorang bisa melihat itu karena ada informasi mengubah cahaya menjadi informasi. Nah bagaimana reaksi kimia didalamnya. Itu bisa dijelaskan, molekul apa yang terlibat dan lain-lainnya, itu yang namanya transduksi sinyal. transduksi sinyal tersebut memerlukan protein g. Jadi tidak semua nobel terkait dengan aplikasi, tapi ada beberapa yang terkait dengan aplikasi.
Apakah di Indonesia sudah sangat mengerti tentang sistem reseptor ini?
Kalau reseptor g ini sudah diajarkan. Dalam pelajaran biokimia hal ini sudah diajarkan. Jadi ada pelajaran biokimia medis dan pengindraan yang mengajarkan tentang reseptor g ini.
Reseptor g ini ditemukan pada tahun 1980. Kira-kira sejak tahun berapa Reseptor ini sudah mulai di ajarkan di Indonesia?
Sejak buku mengenai biokimia ada reseptor g sudah diajarkan. Tetapi pada saat itu informasinya sedikit. Kalau kita lihat beberapa buku sains, buku sains tersebut selalu diperbaharui lima tahun sekali. Jadi setiap lima tahun sekali selalu ada informasi baru.
Menurut Anda negara mana yang paling tidak paham tentang Reseptor G ini?
Sebenarnya kuncinya adalah bagaimana menadapatkan informasi. Jadi kalau negara-negara yang tertutup informasinya negera tersebut akan “buta”.
Jadi walaupun ada negara yang sangat buruk dan miskin, negara tersebut bisa memahami Reseptor G asal negara tersebut terbuka?
Iya, tergantung tertutup atau terbuknanya negara tersebut. Tetapi kalau mau mengembangkan ilmunya, itu beda masalah lagi.
Bisa Anda jelaskan, mengembangkan bagaimana maksudnya?
Misalnya gini, Indonesia sebenarnya banyak informasi tetapi kurang bisa mengembangkan. Saya dulu tertarik dengan penghargaan Nobel, tapi ketika kita tidak berlaku apa-apa maka Indonesia akan menjadi penonton terus. Padahal kita bisa menjadi leader, kita harus membalik paradigma orang Indonesia. Nobel mengenai Vitamin itu risetnya dilakukan di Indonesia. Riset ini dilakukan oleh salah satu orang Belanda. Karena dia sudah kembali ke belanda jadi pemberi Nobel memberi penghargaan kepada warga negara Belanda. Sebenarnya Indonesia memiliki alat-alat yang cukup, tetapi orang-orang belum bisa mengembangkan. Ibarat kata, bagaikan menanam bibit bagus di tanah tandus, sehebat-hebatnya bibit tidak akan tumbuh.
Berbicara tentang negara yang tertutup dan terbuka, menurut Anda negara mana yang berpotensi untuk mengembangkanbeberapailmu selain Amerika Serikat?
Ingat reseptor g ini hanya sebuah informasi. Kalau cara kerja dari reseptor ini sudah diketahui, maka orang akan melihat bagaimana reseptor itu bisa diaktifkan atau didiaktifkan. Kalau reseptor ini kaitannya dengan penyakit, kita bisa menekan penyakit dengan membuat suatu senyewa yang bisa beraksi, sehingga penyakit tersebut tidak bisa menempel pada reseptor tersebut. jadi sebenarnya Nobel kemarin itu informasi ilmiah atau informasi dasar dan informasi dasar ini penting. Ini menjadi informasi penting bagi pengembangan-pengembangan idustri farmasi.
Berarti penelitian yang memenangkan Nobel tahun ini adalah sebuah informasi mengenai biokimia Reseptor G.
Iya, betul.
Apakah mungkin bila dalam tubuh manusia tidak terdapat Reseptor G?
Tidak mungkin.
Apa yang menyebabkan tidak mungkin?
Begini, tubuh kita dikelilingi oleh membran. Membran itu membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan yang dilluar. Sel itu butuh makanan untuk hidup, nah makanan apa yang dapat dimakan itu diseleksi oleh reseptor.
Seandainya dalam tubuh manusia tidak terdapat reseptor g, apa yang akan terjadi?
Sudah meninggal dari dulu, bahkan sebelum lahir sudah meninngal. Sel tidak dapat makanan, seandainya mendapatkan makanan sampahnya tidak bisa dikeluarkan. Jadi reseptoradalah jalur komunikasi antara dalam sel dengan luar sel. Reseptor g bisa diibaratkan sebagai satpam penjaga.
Mungkinkah di dalam tubuh kita terdapat reseptor yang tidak aktif, bagaimana mengatasinya?
Tubuh kita memiliki mekanisme memperbaiki, kecuali kalau gennya sudah rusak. Reseptor yang sudah rusak akan dihancurkan dan diganti dengan yang baru.
Apakah orang yang gennya sudah rusak dan tidak bisa memperbaiki reseptor g akan langsung meninggal?
Tidak langsung meninggal, untuk informasi dari reseptor g selamanya tidak akan berjalan tetapi metabolisme tubuh yang lain akan berjalan. Kalau reseptor ini penting untuk informasi tertentu akan ada beberapa bagian metabolisme tubuh yang koleps.
Kira-kira apakah ada bagian dari tubuh kita yang menghambat kerja reseptor g?
Ada.
Bisa Anda jelaskan, apakah itu?
Misalnya begini, penyakit diabetes membutuhkan insulin sebagai obat. Pada saat gula darah naik tubuh kita akan menghasilkan insulin dari pankreas, dikeluarkan kemudian terbawa aliran darah, dia hanya menempel pada reseptor yang ada di hati. Pada saat insulin sudah menempel, kemudian dia akan mengaktifkan saluran untuk menyerap glukosa dari darah ke dalam hati. Kalau reseptor sudah nempel dan tidak lepas maka glukosa darah akan drop dan menyebabkan seseorang pingsan.
Menurut Anda mengapa 17 dari 20 peraih Nobel kimia berasal dari Amerika Serikat?
Itu karena society-nya kuat. Peraih nobel itu disusulkan dari society, kalau society di Amerika itu kuat dan ada banyak.Tidak hanya di bidang kimia saja, dan semuanya mengusulkan. Perlu diingat peraih nobel tidak harus selalu doktor atau profesor.
Apakah pernah ketika Anda sedang melakukan penelitian dan Anda ingin menjadi peraih Nobel?
Nobel bukan tujuan, tetapi kita harus melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang. Kalau orang lain bisa merasakan manfaatnya orang lain itulah yang menghargai pekerjaan kita.
Menurut Anda, mengapa sudah sekian lama belum pernah ada orang Indonesia yang meraih Nobel?
Saya rasa itu hanya masalah waktu dan Kemudian society di Indonesia kurang kuat.Tidak usah khawatir, kalau ekonomi Indonesia membaik, usaha kita untuk membuat kebaikan di dunia itu akan terbuka.
Data Narasumber:
Nama : Dr. Zeily Nurachman
Pekerjaan : Asisten Profesor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (Biokimia) Institut Teknologi Bandung
Email : zeily@chem.itb.ac.id
Pendidikan:
· B.Sc., Institut Teknologi Bandung, Indonesia, 1988
· Magister, Institut Teknologi Bandung, 1991
· Doctor, Tokyo Institute of Technology, Jepang, 2000
Karya:
Dx.doi.org/10.1016./j.biortech.2011.12.082
· Dx.doi.org/10.1007/s12010-012-9841-2



|
Camera
CASIO COMPUTER CO.,LTD. EX-Z26 |
|
|
ISO
400 |
Aperture
f/2.9 |
|
Exposure
1/60th |
Focal Length
6mm |
Bukit Bangkirai, Balikpapan
the 3 star version is available on JuveStore.com
New away shirt